Contoh Ptk Pai Sd Lengkap
BAB I P E N D A H U L U A N • A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam proses kedewasaan manusia yang hidup dan berkembang, nampaklah kenyataan bahwa manusia selalu berubah dan perubahanitu merupakan hasil belajar Hal ini berarti bahwa dalam pendidikan terjadi sebuah proses pengubahan sikap dan tingkah laku. Proses pembelajaran di sekolah sebagai suatu aktivitas mengajar dan belajar yang di dalamnya terdapat dua subyek yaitu guru (pendidik) dan siswa sebagai peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis, dan menyenangkan. Hal ini berimplikasi pada adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pembelajaran yaitu guru sebagai penginisiatif awal, pembimbing dan fasilitator dengan peserta didik sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pembelajaran itu sendiri.

Download Contoh PTK SD Lengkap ~ Upaya peningkatan mutu pendidikan memang sangat perlu dilakukan oleh semua kalangan. Mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga pengajar.
Untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar maka diperlukan sebuah interaksi edukatf dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi lebih menekankan pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Materi iman kepada hari akhir termasuk dalam aspek keimanan.
Pada umumnya materi keimanan dipelajari siswa dengan cara mendengarkan ceramah guru. Pada tahun pelajaran 2007/2008 dari hasil diskusi dengan guru mata pelajaran yang mendapat tugas mengajar di kelas IX diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran seperti itu siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar ini hanya 40%. Selain itu hasil tes formatif yang diberikan menunjukkan bahwa hanya 60% siswa yang tuntas dalam belajar dengan daya serap 65.

Menghadapi kondisi seperti ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk menemukan suatu cara atau teknik pembelajaran yang didukung oleh media pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan hasil belajaranya. Melalui Sharing dan Media Audio Visual pada materi iman pada hari akhir diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan yang berkesan dan bermakna.
Dengan demikian bagi siswa akan lebih termotivasi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam perilaku hidup sehari-hari. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul: Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas IX SMP Negeri 2 Gorontalo melalui Sharing dan Media Audio Visual pada materi Iman pada Hari Akhir • B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Iman pada Hari Akhir melalui Sharing dan Media Audio Visual? Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi keimanan • D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: • Bagi siswa, dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya penguasaan kompetensi pada materi Iman pada hari akhir • Bagi guru, dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan keterampilan mengelola proses belajar mengajar.
• Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dalam upaya mencapai Standar Proses Pembelajaran. BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS • A.
Kajian Teori 1) Hakekat Belajar Aktivitas hidup manusia sehari-hari sebenarnya merupakan gejala dari belajar. Seseorang dapat melakukan sesuatu kegiatan dengan baik melalui proses belajar. Belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh bentuk perilaku baru yang relatif menetap. Menurut W.S Winkel (1991:36) bahwa belajar adalah; ‘ Suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan – perubahan dalam pengetahuan-pemahaman,keterampilan dan nilai sikap.
Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas” Dengan demikian belajar merupakan proses interaksi antara seseorang dengan lingkungan yang melibatkan aktivitas mental/psikisnya sehingga terjadi perubahan tingkah laku baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap ke arah yang lebih baik. Perubahan yang dihasilkan dari proses belajar ini diperoleh melalui pengalaman dan latihan.
Sehubungan dengan hal ini Winataputra, dkk (1992:144) menyatakan bahwa “Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif menetap. Tingkah laku mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian baik psikis maupun fisik, serta perubahan dalam pengertian pemecahan suatu masalah atau berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau sikap.” Berdasarkan uraian diatas diperoleh suatu pengertian bahwa belajar adalah proses yang kompleks. Dalam proses belajar, kegiatan pengalaman dan latihan menunjukkan adanya aktivitas belajar yang memiliki tujuan. Animation Programs College more.
Walaupun pada prinsipnya tujuan belajar adalah sama yakni terbentuknya perubahan tingkah laku baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotor, namun dalam pencapaian tujuan tersebut dapat diterapkan teknik dan strategi yang berbeda-beda. 2) Hasil Belajar Hasil belajar merupakan penampilan ( performance) kemampuan siswa setelah mengalami perbuatan belajar dalam proses pembelajaran. Dari performence ini dapat dilihat tingkat keberhasilan siswa dalam belajar. Hasil belajar yang diperoleh biasanya akan diketahui setelah guru melakukan penilaian. Sudjana (1989:109) mengemukakan bahwa:“Secara umum keberhasilan dalam proses belajar mengajar dapat ditinjau dari dua segi, yakni dari segi proses dan segi hasil belajar.” Hal ini berarti bahwa dari segi proses, keberhasilan proses pembelajaran nampak pada keterlibatan siswa secar aktif dalam pembelajaran. Indikatornya antara lain dapat dilihat pada minat, partisipasi,antusias siswa dalam belajar. Sedangkan dari segi hasil belajar adalah hasil belajar yang diperoleh siswa sebagai akibat dari aktivitas siswa pada proses pembelajaran.
Indikatornya antara lain ditunjukkan oleh pencapaian kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor pada diri siswa. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam penilaian ranah kognitif lebih tepat dilakukan pada materi yang memuat fakta, konsep dan prinsip.
Kemampuan ranah afektif dilakukan pada materi yang bermuatan nilai ( value) dan psikomotrik penilaiannya dilakukan pada materi yang sifatnya prosedural. Dimyati dan Mujiono (1996:109) menyatakan bahwa “ hasil belajar adalah sebuah kegiatan belajar mengajar yang menghendaki tercapainya tujuan pengajaran. Hasil belajar ditandai dengan skala nilai.“ Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa skala nilai sebagai hasil belajar diperoleh setelah melakukan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran.
Hal ini berarti makin baik proses belajar yang dilakukan oleh siswa maka makin tinggi pula hasil belajarnya. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar berimplikasi pada pencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri. 3) Sharing Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan adalah Think-pair-share. Tipe ini mula-mula dikembangkan oleh Frank Lyman pada tahun 1985. Cara ini efektif untuk mengubah pola diskursus di dalam kelas.
Cara ini dapat pula memberi kesempatan bagi siswa untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lainnya. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model kooperatif tipe Think-pair-share adalah sebagai berikut: Tahap pertama: Thinking (berfikir); guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.
Tahap kedua: Pairing (berpasangan). Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini diharapkan siswa dapat berbagi jawaban. Tahap ketiga: Sharing (berbagi pengetahuan) pada tahap akhir guru meminta pada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Ini efektif dilakukan dengan cara bergiliran pasangan demi pasangan dan dilanjutkan sampai sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan. Berdasarkan uraian sebelumnya sharing yang dimaksudkan dalam penelitian ini menggunakan dasar-dasar pembelajaran kooperatif tipe think pair share,akan tetapi dalam rincian tahapan pembelajaran dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih menekankan pada upaya sharing antar siswa baik yang dilakukan secara berpasangan maupun antar pasangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran dilengkapi pula dengan penggunaan lembar kerja.
4) Media Audio Visual. Azhar Arysad (2002) menyatakan bahwa pengajaran melalui audio visual adalah produksi penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung pada pemahaman kata atau simbol-simbol serupa. Dale dalam Azhar Arsyad (2002), memperkirakan perolehan hasil belajar melalui indera pandang berkisar 75%, melalui indera dengar 13% dan melalui indera lainnya 12%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media audio visual adalah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran yang dapat melibatkan indra pandang dan indra pendengaran dari peserta didik yang bertujuan untuk mendorong terciptanya proses belajara pada peserta didik. 5) Iman Kepada Hari Akhir Hari Akhir adalah hari berakhirnya kehidupan makhluk dan hancurnya alam semesta beserta isinya. Hari Akhir sering disebut Yaumul Kiyamah (hari kehancuran), Yaumul Hasyr (hari berkumpul di padang mahsyar),Yaumul Hisab (hari perhitungan amal),Yaumul Mizan (hari penimbangan amal), Yaumul Jaza (hari pembalasan) Beberapa peristiwa yang terjadi terkait dengan hari kiamat adalah sebagai berikut: • Manusia melalui sebuah alam yang disebut alam barzah (alam kubur ) • Setelah tiupan sangkakala manusia dibangkitkan (yaumul ba’ats) • Manusia digiring ke Padang Mahsyar (yaumul Hasyr) untuk menerima catatan amal.
• Amal manusia dihitung dan ditimbang • Pembalasan berupa surga dan neraka • B. Kerangka Konseptual Guru memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada penguasaan kompetensi iman pada hari akhir. Guru menerapkan model pembelajaran dengan melakukan sharing dan Media Audio Visual sebagai bagian dari tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa,khususnya dalam menguasai kompetensi iman pada hari akhir. Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus yaitu: (1).
Siklus pertama, guru menugaskan siswa untuk membaca dan menelaah informasi tentang keimanan pada hari akhir. Setelah itu siswa mengidentifikasi hal-hal penting yang harus dipahami. Selanjutnya siswa mengerjakan tugas secara berpasangan pada lembar kerja yang sudah disediakan.
Hasil kerja tersebut dipertukarkan dengan hasil kerja pasangan siswa lainnya untuk kemudian didiskusikan dan disempurnakan. Siswa membuat kesepakatan dan penyimpulan dari hasil diskusi antar pasangan.
Secara acak dipilih siswa yang melaporkan hasil diskusi antar pasangan dan ditanggapi oleh siswa lainnya. Setelah itu siswa menyaksikan penayangan video tentang Dunia Fana (Produksi Ahad-Net). Tujuan tahapan kegiatan ini adalah untuk mendorong partisipasi dan aktivitas siswa dalam belajar agar siswa belajar untuk bekerja sama dalam kelompok dan mampu menemukan kekurangannya dalam belajar untuk kemudian diperbaiki secara bersama-sama dalam kelompok itu. Selain itu, siswa dapat memperoleh makna yang lebih mendalam tentang arti beriman kepada hari akhir.
(2) Siklus kedua dilakukan oleh guru, setelah melihat hasil belajar siswa dan melakukan refleksi terhadap kelemahan yang ditemukan pada siklus I. Tahapan kegiatan yang dilakukan sebagai tindakan perbaikan berdasarkan hasil temuan pada siklus I antara lain dengan menampilkan video pembelajaran tentang Iman Pada Hari Akhir (Karya Muh.Ahsan). Tujuan visualisasi ini adalah agar lebih memberikan nilai positif dan kesan yang bermakna pada siswa terkait dengan datangnya hari kiamat.. Setelah itu Siswa mengerjakan lembar kerja dan melakukan sharing. Kerangka konseptual pada penelitian tindakan ini nampak pada bagan berikut: • C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual di atas maka hipotesis pada penelitian ini adalah “Dengan Melalui Sharing dan Media Audio Visual maka hasil belajar siswa pada materi iman pada hari akhir meningkat.” BAB III METODOLOGI PENELITIAN • A. Setting Penelitian dan Subyek yang Dikenai Tindakan Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo kelas IX 4 dengan jumlah siswa 35 orang, yang terdiri dari siswa laki-laki 14 orang dan siswa perempuan 21 orang.
Penelitian ini didasarkan atas pertimbangan bahwa prestasi siswa belum optimal. Hal ini nampak pada perolehan nilai rata-rata siswa di kelas ini relatif masih rendah. Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan September sampai Nopember 2008 • C. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran, 2 kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Apabila pada siklus I belum memperlihatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka akan dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II). Tindakan pada siklus II merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. Oleh karena itu tindakan siklus II dilakukan dengan melihat hasil pengamatan kegiatan belajar mengajar serta hasil belajar siswa pada siklus I.
Adapun materi yang diajarkan sesuai dengan Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator di kelas IX adalah materi tentang iman pada hari kiamat. Adapun prosedur tindakan penelitan adalah sebagai berikut: (1). Tahap Persiapan (perencanaan) • Membuat jadwal penelitian • Melakukan diskusi dengan teman sejawat, guru mitra dan semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan tindakan. • Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) • Membuat lembar observasi yang digunakan dalam pengamatan proses belajar mengajar • Menetapkan alat bantu dan sumber belajar yang relevan dengan materi pelajaran • Merancang alat evaluasi untuk melihat penguasaan materi pembelajaran sekaligus hasil belajar siswa.
(2) Tahap Pelaksanaan Tindakan Sebelum melaksanakan tindakan, siswa dikondisikan untuk siap belajar. Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa dan melakukan apersepsi. Pelaksanaan tindakan dilakukan di dalam kelas pada saat membaca dan menelaah informasi serta mengisi lembaran kerja, penggunaan media audio visual melalui penayangan film Dunia Fana (Produksi Ahad –Net) dan tayangan video karya Muh.Ahsan.
(3) Tahap Observasi dan Evaluasi • Guru memantau situasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui lembar observasi, • Guru memberikan evaluasi melalui soal-soal uraian (4) Tahap Analisis dan Refleksi Melaksanakan analisis dan refleksi terhadap hasil penilaian dan pengamatan Jika pada siklus I belum memberikan hasil yang diharapkan maka dilanjutkan ke siklus II • D. Data dan Cara Pengambilannya (1) Sumber Data • Guru Pendidikan Agama Islam (teman sejawat) yang bertindak sebagai pengamat selama kegiatan belajar mengajar berlangsung • Siswa yang dikenai tindakan (2) Jenis Data • Data hasil pengamatan kegiatan belajar mengajar • Data hasil belajar siswa (3) Teknik Pengumpulan data • Observasi untuk mengetahui situasi dan aktivitas siswa dalam melakukan aktivitas belajar melalui sharing dan penggunaan media audio visual dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar • Tes kognitif digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai materi. Analisis Data • Hasil tes kognitif yang diperoleh melalui tes akhir dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pencapaian kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM) • Hasil pengamatan (observasi) dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui situasi pembelajaran • F. Indikator Kinerja Indikator kinerja dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: • Hasil belajar siswa dapat mencapai nilai 75 ke atas atau daya serap 75%. • Persentasi aktivitas siswa mencapai 80% dan minimal 85% aspek kegiatan belajar mengajar terlaksana dan memperoleh nilai pengamatan dengan kategori baik dan baik sekali BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.
Hasil Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini ditetapkan indikator kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa terkait dengan materi iman pada hari akhir. Indikator kompetensi tersebut adalah: • Kemampuan memberi makna tentang hari akhir • Kemampuan dalam menguraikan proses kejadian hari akhir • Kemampuan dalam mengungkap hikmah beriman kepada hari akhir Setiap akhir siklus dilakukan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan dalam pelaksanaan tindakan disiapkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan tahapan teknik yang dipilih. Deskripsi Tindakan dan Hasil pada Siklus I • Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan tindakan ini peneliti melakuan kegiatan sebagai berikut: 1) Membuat / menyusun RPP 2) Menyiapkan materi / informasi yang akan dibaca oleh siswa dan VCD yang berisi tayangan film Dunia Fana produksi Ahad-Net.
3) Membuat Lembar Kerja Siswa 4) Membuat lembar pengamatan 5) Menyusun soal formatif I • Pelaksanaan Tindakan Pada kegiatan siklus I dilaksanakan rencana pembelajaran dengan alokasi waktu kegiatan belajar mengajar 2 jam pelajaran. Siklus I diawali dengan pemberian motivasi, penjajakan awal, dan penyiapan kondisi siswa untuk belajar. Selanjutnya siswa membaca dan menelaah informasi terkait dengan iman ada hari akhir. Setelah itu siswa mengidentifikasi hal-hal penting yang harus dipahami. Kegiatan selanjutnya adalah siswa mengerjakan tugas secara berpasangan pada lembar kerja yang sudah disediakan.
Hasil kerja tersebut dipertukarkan dengan hasil kerja pasangan siswa lainnya. Siswa membuat kesepakatan dan penyimpulan dari hasil diskusi antar pasangan. Setelah itu siswa menyaksikan tayangan film Dunia fana (Produksi Ahad-net). Pada akhir kegiatan belajar siswa diberikan tes formatif berbentuk uraian c. Hasil Pengamatan Adapun hasil belajar siswa yang diperoleh setelah dilakukan evaluasi pada akhir pelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 Data Hasil Belajar Siswa (dari Hasil tes Tertulis Pada Akhir Pelajaran) Siklus I No. Nilai Jumlah Persentase 1.
LEMBAR KERJA SISWA I MATERI: IMAN KEPADA HARI AKHIR Nama Siswa: 1 2 Lakukanlah kegiatan berikut secara berurutan: Baca dan pelajarilah informasi tentang Iman Kepada hari Akhir yang yang terdapat pada Buku Teks. Carilah hal-hal yang menurutmu penting dari informasi tersebut. 3ds Max 2010 Download Utorrent For Free. Catatlah hal penting tersebut dalam bukumu. Setelah itu kerjakanlah tugas berikut ini: • Iman Pada hari akhir mengandung arti bahwa. • Hari Akhir disebut juga Yaumul Ba’ats artinya adalah. Yaumul Hisab artinya adalah.
Yaumul Mizan artinya adalah. • Lengkapilah Bagan tentang urutan peristiwa yang dialami manusia pada hari kiamat di bawah ini 6 Yaumul Jaza • Firman Allah yang menjelaskan bahwa Hari Kiamat itu pasti datang terdapat dalam Al-Qur’an Surat.Ayat. Lampran 2.a Lampran 2.b.
LEMBAR KERJA SISWA II MATERI: IMAN KEPADA HARI AKHIR Nama Siswa: 1 2 Setelah kamu menyaksikan tayangan film dan menyimak informasi tentang iman kepada hari akhir, jika perlu bacalah pula informasi yang terdapat pada buku sumber. Setelah itu kerjakanlah tugas berikut ini: • Yang dimaksud dengan kiamat shugra adalah • Contoh kiamat shugra: ab.c • Yang dimaksud dengan kiamat kubra adalah • Tanda-tanda kiamat kubra dapat berupa tanda besar maupun tanda kecil Tanda-tanda kecil antara lain: a. Tanda-tanda Besar antara lain adalah: a.
• Uraikan menurut pendapatmu Apa manfaatnya kita beriman pada hari akhir: Lampiran 3.a DAFTAR PEROLEHAN NILAI SISWA DARI TES HARIAN 1 Mata Pelajaran: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Kelas / Semester: IX 4 / Genap Tahun Pelajaran: 2008 / 2009 Kompetensi Dasar: Keimanan:Iman Kepada Hari Akhir No. Nama Nilai Tuntas Tidak Tuntas Ket 1 DWI ADIGUNA LAKORO 50 v.
Untuk meningkatkan kemampuan siswa dan meningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam megikuti pelajaran, ada beberapa metode mengajar yang tepat digunakan. Surakhmad (1984:15) mengatakan, “Ada beberapa jenis metode mengajar yang tepat digunakan oleh guru dalam menyapaikan materi. Metode ini adalah metode ceramah, metode latihan, Metode kerja kelompok, metode diskusi, metode demontrasi, metode pembagian tugas, metode karya wisata”. Tiap-tiap metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Jadi, guru harus pandai memilih metode mengajar yang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. “Pembelajaran tersusun atas seperangkat peristiwa (event) yang ada di luar diri si belajar, diatur untuk maksud mendukung proses belajar yang terjadi dalam diri si belajar tadi.
Peristiwa-peristiwa pembelajaran itu adalah: (1) menarik (membangkitkan) perhatian, (ii) memberitahukan tujuan belajar, (iii) mengingat kembali hasil belajar prasyarat (apa yang dipelajari), (iv) menyajikan stimulus, (v) memberikan bimbingan belajar, (vi) memunculkan perbuatan (kinerja) belajar, (vii) memberikan balikan (feedback), (viii) menilai kinerja belajar, dan meningkatkan retensi dan transfer.”. “Pembelajaran adalah suatu sistem atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dengan demikian, jika pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, maka berarti pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran. Sebaliknya jika pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangkaian upaya atau kegitan guru dalam rangka membuat siswa belajar. Pendidikan adalah kegiatan yang selalu harus sadar tujuan.
Oleh karena itu perumusan tujuan pendidikan bukan saja penting, tetapi merupakan suatu keharusan. Tujuan pendidikan ada beberapa tingkat, yaitu: (a) tujuan pendidikan nasional, (b) tujuan institusional, (c) tujuan pendidikan kurikuler, dan (d) tujuan instruksional. Tujuan pendidikan nasional merupakan rumusan umum tentang pola perilaku dan pola kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembaga atau institusi pendidikan. Tujuan institusional ditentukan oleh tugas dan tungsi yang dipikul oleh lembaga tadi dalam rangka menghasilkan lulusan dengan kemampuan dan ketrampilan tertentu yang dibutuhkan masyarakat. Tujuan pendidikan kurikuler adalah rumusan umum tentang macam-macam pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan yang terdapat dalam masing masing mata pelajaran sehingga dapat diberikan pengalaman yang sesuai kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan institusional lembaga pendidikan yang bersangkutan. Tujuan ini didasarkan pada tingkah laku, yaitu tujuan pendidikan yang berhubungan dengan terbentuknya tingkah laku.
Ada tiga macam tingkah laku yang dikenal dengan istilah taksonomi. Bloom membagi tujuan ini menjadi tiga (taksonomi Bloom), yaitu ranah kognitif (cognitive domain), ranah afektif (affective domain), dan ranah psikomotorik (psvchomoton domain). Selanjutnya Bloom mengklasifikasikan ranah kognitif menjadi enam sebagai berikut. Dalam menentukan strategi pembelajaran guru dapat menggunakan pendekatan ekspositori dan atau pendekatan inkuiri.
Pendekatan ekspositori merupakan suatu pendekatan di mana guru menyajikan informasi kepada siswa. Sumber-sumber informasi yang paling banyak digunakan adalah buku teks dan bahan-bahan rujukan lain yang relevan seperti bahan-bahan audio¬visual dan pengalaman pribadi guru. Biasanya guru berdiri di depan kelas menyajikan informasi, sedangkan siswa diharapkan memproses informasi tersebut dengan cara yang sama seperti yang disajikan oleh guru.
Metode yang banyak digunakan dalam pendekatan ini adalah ceramah. Mengadakan Kerja Kelompok, menyajikan gambar hidup, dan pembuatan laporan juga dapat digunakan dalam pendekatan ini.
Kerja Kelompok dapat dikategorikan ke dalam pendekatan ekspositori apabila dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa terhadap tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (directed discussion). Biasanya siswa diuji dan dinilai kecakapannya dalam mengidentitikasi peristiwa, tanggal peristiwa, rumus-rumus, dan mengulangi informasi yang telah disampaikan oleh guru sesuai dengan aslinya atau sekurang-kurangnya mengenai substansinya. Pendekatan inkuiri merupakan suatu pendekatan dalam strategi pembelajaran, dalam pendekatan ini guru bertindak sebagai fasilitator pengalaman belajar serta menciptakan dan mengatur kondisi-kondisi yang dapat memberikan rangsangan kepada para siswa untuk mengajukan pertanyaan¬pertanyaan tentang topik yang sedang dibahas. Misalnya guru menyajikan dokumen-dokumen transaksi keuangan yang diperoleh dari suatu perusahaan jasa hipotetis dan kemudian mendorong para siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dijawab oleh guru dengan menyatakan 'ya' atau 'tidak'. Dari pertanyaan siswa dan jawaban yang diberikan oleh guru tersebut diharapkan tercipta suatu kondisi terjadinya inkuiri. Pendekatan ekspositori dan pendekatan inkuiri bukanlah peristiwa dikotomi melainkan merupakan dua kutub berlawanan yang mempunyai daerah kontimun ekspositori dan inkuiri.
Edwin Fenton (Gerlach & Ely 1981, 174) menekankan bahwa pemahaman terhadap daerall kontinum yang berbeda antara dua kutub pendekatan ekspositori dan inkuiri adalah penting akan bermanfaat dalam menentukan strategi pembelajaran yang tepat- yaitu kapan strategi pembelajaran lebih didominasi ekspositori dan kapan didominLisi inkuiri. Bagi guru yang lebih penting adalah menyadari bahva tujuan pembelajaran tidak akan dapat dicapai hanya dengan menggunakan pendekatan ekspositori saja atau menggunakan pendekatan inkuiri saja. Ada bagian-bagian dan isi pelajaran yang tepat jika digunal:an pendekatan ekspositori dan ada bagian lain yang tepat jika digunal:an pendekatan inkuiri. Akan tetapi pada umumnva sebagian besar dari isi pelajaran hanya efektif jika digunakan pendekatan di antara kedua pendekatan tersebut.
Selain menggunakan kedua pendekatan tersebut, pengembangan strategi pembelajaran juga menggunakan pendekatan ketrampilan proses (PKP), yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada 'membelajarkan siswa bagaimana belajar ' (to learn how to lean). PKP dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan-keterampilan intelelaual, social, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa. PKP bukanlah tindakan instruksional yan, berada di luar kemampuan siswa.
B) keterampilan terintegrasi (integrate skills). Keterampilan dasar terdiri dari enam macam keterampilan, yaitu mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Sedangkan keterampilan terintegrasi meliputi mengidentifikasi variable, membuat tabulasi data, menyaj ikan data dalam bentuk gratik, menggambarkan hubungan antar variable, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variable secara operasional, merancang penelitian, dan melaksanakan eksperimen. Keterampilan mengobservasi, yaitu kemampuan/ keterampilan mengobservasi objek-objek dan fenomena yang terdapat disekitar kita melalui panca indera, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan persaan/ pengecap. Informasi yang diperoleh dari keterampilan mengobservasi dapat mendorong keinginan tahu. Bertanya, memikirkan, melakukan interpretasi tentang lingkungan kita.Kegiatan mengobservasi dapat dibedakan menjadi kegiatan observasi yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Keterampilan mengobservasi merupakan ketrampilan dasar (basic skills) Kegiatan observasi dikatakan bersifat kualitatif jika dalam pelaksanaannya hanya menggunakan pancaindera untuk memperoleh informasi. Misalnya: menentukan warna dengan penglihatan, mendengarkan suara dengan pendengaran, membandingkan perbedaan rasa manis dengan menggunakan pengecap, dan seterusnya.Kegiatan observasi dikatakan bersifat kuantitatif apabila dalam pelaksanaannya selain menggunakan pancaindera juga menggunakan peralatan lain yang memberikan informasi khusus dan tepat. Misalnya menghitung luas ruangan, mengukur suhu badan, membandingkan luas daerah yang satu dengan yang lain.
Keterampilan mengklasitikasikan atau mengkategorikan sejumlah objek. Peristiwa, dan segala yang ada di dalam dan dilingkungan kchidupan kita adalah perlu. Misalnya kebutuhan rnanusia dapat digolongkan menjadi kebutuhan primer.
Kehutuhan sekunder. Dan kebutuhan tersier. Kegiatan mengklasifikasi akan mempermudah bagi kita untuk memahami berbagai objek. Peristiwa, atau segala hal yang ada di dalam dan di linokungan kehiidupan kita. Kegiatan menentukan klasifikasi/penggolongan dapat dilakukan dengan cara mengamati persamaan.
Hubungan dan mengelompokkan objek berdlasarkan kesesuaian dengan berbagai tujuan. Ketrampilan mengklasifikasi tersebut merupakan salah satu dari berbagai keterampilan yang termasuk dalam keterampilan dasar (basic skilIs) yang harus dilatih dan kembangkan pada diri siswa. Keterampilan memprediksi adalah kemampuan memprediksi/ meramalkan objek atau peristiwa di masa yang akan datang dengan mendasarkan pola-pola keadaan yang ada di waktu-waktu sebelumnya atau kecenderungan tertentu, atau sifat hubungan antara fakta, konsep.
Dlan prinsip dalam ilmu pengetahuan. Contoh: memprediksi volume penjualan tahun yang akan datang berdasarkan pola/kecenderungan penjualan beberapa tahun sebelumnya, memprediksi tingkat inflasi bulan Januari tahun yang akan datang berdasarkan pola/kecenderungan inflasi pada tahun-tahun sebelumnya. Memprediksi permintaan tekstil pada awal tahun ajaran yang akan datang berdasarkan polal kecenderungan permintaan tekstil beberapa tahun sebelumnya.
Keterampilan menyimpulkan adalah keterampilan untuk merumuskan keadaan suatu objek atau peristiwa berdasarkan fakta, konsep, dan prinsip yang diketahui. Misalnya: berdasarkan data atau informasi tentang pendapatan keluarga yang diperoleh dari observasi, diukur dalam satuan rupiah, diklasitikasikan berapa persen yang tergolong sangat tinggi, tinggi.
Sedang, rendah. Dan sangat rendah.
Kemudian ditarik kesimpulan secara umum apakah penghasilan keluarga yang metjadi objek penelitian tersebut tergolong sangat tinggi. Tinggi, sedang. Atau sangat rendah. Salah satu model perencanaan pembelajaran yang harus dipersiapkan guru adalah Rencana Pelaksnaan Pembelajaran.
RPP pada hakikatnya adalah proyeksi tentang apa yang harus dilakukan guru pada waktu melaksanakan kegiatan pembelajaran, tidak lain adalah perbuatan atau tingkah laku mengajar. Perbuatan mengajar dalam hal ini guru melaksanakan menentukan metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mempengaruhi siswa secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dengan demikian RPP sesungguhnya merupakan dalam pembelajaran.
Hal ini sesuai dengan Buku Panduan Penyususanan RPP (BNSP,2006), sebagai berikut. Salah satu tugas utama guru adalah mengajar. Oleh karena itu guru harus dapat menjawab pertanyaan: 'bagaimana seharusnya mengajar'. Pertanyaan ini berkaitan dengan kompetensi guru dalam mengajar.
Kompetensi mengajar berkaitan dengan penentuan dan penerapan suatu metode atau kombinasi dari berbagai metode pembelajaran di dalam proses pembelajaran. Pada bagian ini akan dibahas berbagai metode pembelajaran, antara lain: (1) metode ceramah. (?) metode tanya-jawab, (3) metode Kerja Kelompok, (4) metode kerja kelompok. (5) metode pemberian tugas, (6) metode demonstrasi, (7) metode eksperimen, (8) metode simulasi, dan (9) metode penemuan. Pada siklus pertama (Ke-1), kegiatan belajar dilakukan dengan model diskusi yang menggunakan pendekatan PAKEM sesuai dengan rencana tindakan.
Berdasarkan data hasil pengamatan mitra peneliti hasilnya menunjukkan bahwa siswa sebenarnya telah mampu beradaptasi dengan pola pendekatan ini, karena pada pelajaran sebelumnya pola pendekatan ini telah diperkenalkan. Namun, masih terdapat banyak kekurangannya sehingga pada tahap ini belum terlihat adanya pertumbuhan motivasi belajar siswa. Hal tersebut terlihat berdasarkan data hasil post tes pada tabel berikut ini. Berdasarkan data tersebut, tingkat kemampuan siswa Kelas IV SDN Sodong 2 dalam pembelajaran mata pelajaran BAHASA INDONEISA pada materi “Mendeskripsikan Tempat Sesuai dengan Denah/Gambar”, dengan pembelajaran model kerja kolompok jumlah siswa yang mengikuti post tes (ulangan) ke-1 sebanyak 38 orang, ternyata 21 orang dapat dinyatakan lulus (55,26%) karena nilai yang diperolehnya telah sama atau melebihi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan sisanya sekitar 17 orang dinyatakan belum lulus (44,74%).